DARAH-NYA YANG MENGHAPUS DOSAKU
Renungan 14 April 2026 · Oleh Pdt. Mey Daman Lawolo

DARAH-NYA YANG MENGHAPUS DOSAKU

Bagikan:

DARAHNYA YANG MENGHAPUS DOSAKU

 – Efesus 1:7


Dalam ayat ini, Paulus menggunakan kata paraptoma ketika menyebutkan dosa. Kata paraptoma berarti jatuh ke samping, terpeleset atau salah langkah. Ibarat seseorang yang sedang berjalan di jalan lurus, yang terpeleset karena tidak berhati-hati. Dalam konteks kehidupan Kristen, paraptoma merupakan terpelesetnya seseorang dari jalur yang telah digariskan oleh Tuhan melalui firman-Nya. Kita tidak serius berjalan dalam jalur itu, sehingga kita keluar dari jalur dan jatuh. Inilah dosa. Kita sudah sering melintas dari jalur yang ditetapkan Tuhan. Sesungguhnya, kita sangatlah malang.


Paulus di sini menyatakan ada sesuatu yang menggembirakan kita yang telah terpeleset. Dosa kita telah ditebus, kita beroleh pengampunan. Bahasa Yunaninya sangat menekankan makna yang sesungguhnya: apolutrosis, dibebaskan secara total dengan bayaran yang lunas. Paulus menjelaskan bahwa posisi kita yang telah terpeleset hingga diperbudak oleh dosa kini sudah diubahkan oleh Yesus Kristus. Kita dibebaskan dari dosa-dosa itu, sehingga kita menjadi orang yang merdeka.

Penebusan ini sangatlah melimpah. Kita tidak perlu ragu kualitasnya. Paulus menyatakan bahwa penebusan kita berdasarkan “kekayaan kasih karunia-Nya.” Tidak ada tolak ukur dari kita yang menjadikan pengampunan ini sangat melimpah. Pengampunan yang diberikan Tuhan tidak didasarkan pada tangisan atau besarnya dosa kita. Anugerah-Nya yang sangat kaya itu menyelubungi kita. Lautan kasih karunia Tuhan meliputi kita dari saat ini hingga kekekalan.


Pertanyaan kita sekarang adalah kita ditebus dengan apa? Paulus dengan lantang mengatakan “di dalam Dia oleh darah-Nya kita beroleh penebusan.” Sebenarnya Paulus sedang menyatakan kalau di luar Kristus, kita tidak beroleh apa-apa. Tanpa darahNya atau kematianNya di salib juga, kita tidak beroleh penebusan. Darah-Nya yang mahal itu yang menjadi tebusan kekal kita. Darah itu suci, penuh kuasa dan satu-satunya sarana tebusan kita yang malang ini. Untuk menikmati pengampunan ini, maka yang perlu dilakukan hanyalah satu, yakni menerima Dia yang telah mencurahkan darahNya untuk kita sekalian. Dialah Anak Domba Allah yang menghapus dosa kita. Sudahkah anda memilikiNya?